ANALISIS CATWOE PDF

Soft Systems Methodology SSM memberikan kerangka yang berguna untuk mendefinisikan perspektif-perspektif bisnis. Analisis CATWOE adalah teknik analisis bisnis di mana seorang analis menyiapkan laporan, yang analitis, untuk memecahkan suatu masalah tertentu. Actor - ini terdiri dari karyawan yang merupakan bagian dari pelaksanaan strategi bisnis atau perubahan untuk mencapai misi yang diinginkan. Transformation - Ini terdiri dari analisis perubahan kemungkinan yang telah diperkenalkan dalam bisnis. Hal ini juga faktor pada analisis proses yang terlibat dalam mengubah input menjadi output. Worldview - Dengan kata lain, ini adalah pandangan dunia.

Author:JoJokazahn Dait
Country:Czech Republic
Language:English (Spanish)
Genre:Relationship
Published (Last):22 January 2004
Pages:88
PDF File Size:18.12 Mb
ePub File Size:11.60 Mb
ISBN:223-3-58539-588-8
Downloads:18600
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Tokasa



Ini catatan ringan mengenai soft system methodology. Pendekatan sistem yang lebih humanis dan non-determinsitik. Jika system dynamics sering diklasifikasikan sebagai hard system methodology HSM , maka di sisi lain terjadi perkembangan yang sangat pesat dalam disiplin ilmu soft system methodology SSM.

Pendekatan SSM ini merupakan pendekatan pemodelan sistem yang lebih humanis dan sangat memperhitungkan berbagai aspek dalam perilaku, baik perilaku organisasi maupun perilaku manusia. SSM adalah sebuah metodologi untuk menganalisis dan pemodelan sistem yang mengintegrasikan teknologi hard sistem dan human soft system. SSM adalah pendekatan untuk pemodelan proses di dalam organisasi dan lingkungannya dan sering digunakan untuk pemodelan manajemen perubahan, di mana organsiasi pembelajar itu sendiri merupakan manajemen perubahan.

SSM dikembangkan di Inggris oleh Peter Checkland di System Department - Universitay of Lancaster selama sepuluh tahun program penelitian, dan dipulikasikan pertama kali pada tahun Kegunaan utama SSM adalah untuk menganalisis kondisi yang rumit complex system di mana terdapat perbedaan sudut pandang tetntang definisi masalah pada soft problem atau masalah-masalah yang berkaitan dengan perilaku organisasi dan manusia yang sifatnya tidak deterministik, melainkan probalistik.

Checkland mendefinisikan sistem sebagai sebuah human activity systems HAS. HAS didefinisikan sebagai sekumpulan aktivitas di mana manusia terlibat di dalamnya dan relasi antar aktivitasnya. SSM merekomendasikan bahwa tiap individu mempunyai perbedaan persepsi dari situasi dan perbedaan kepentingan.

Hal ini eksplisit di dalam keputusan dari sebuah analisis yang dapat diterima semua orang. SSM didiskripsikan sebagai tujuh tahap proses analisis yang menggunakan konsep human activity dalam memahami situasi di sekitarnya untuk menentukan aksi yang perlu diambil dalam rangka mengembangkan situasi yang ada.

Inti dari SSM adalah membangun model dari sistem-sistem yang berkaitan dengan situasi masalah. Model-model ini digunakan sebagai media diskusi guna membawa perubahan situasi aktual. Proses diskusi membolehkan partisipan untukberdebat dan saling bertanya sedemikian rupa sehingga keragaman perspektif dapat terungkapkan. Metodologi Sistem Lunak dilaksanakan secara klasik melalui 7 tujuh tahap, sebagai suatu proses Martin, Tahap 1 - Mengkaji masalah yang tidak terstruktur Mengkaji masalah yang tidak terstruktur adalah menyatakan suatu masalah yang membutuhkan analisis masalah dan situasi dengan membiarkan anggapan-anggapan yang beredar tanpa membatasi dan langsung menyimpulkan.

Pada tahap ini dilakukan pengumpulan sejumlah informasi yang dibutuhkan seperti sejarah, budaya, struktur sosial, jenis, dan jumlah serta pandangan dan asumsi pihak- pihak yang terlibat atau pihak yang dieksplorasi dengan menggunakan SSM.

Informasi yang dikumpulkan diarahkan untuk satu tema misalnya kemitraan antara lembaga litbang pemerintah dengan industri, walaupun demikian tidak menutup kemungkinan informasi- informasi lain yang tidak langsung berhubungan dengan masalah kemitraan antara lembaga litbang pemerintah dengan industri dikumpulkan juga. Informasi ini dapat diperoleh melalui serangkaian observasi terhadap para pihak yang terlibat.

Observasi ini dilakukan untuk mendorong para pihak bersedia bertemu dalam satu forum dan berdialog mengenai masalah kemitraan antara lembaga litbang pemerintah dengan industri. Hasil setiap dialog didistribusikan kepada pihak- pihak yang terlibat dan pertemuan ini dilakukan berulang kali sesuai dengan kebutuhan. Kemudian pada setiap pertemuan, baik dalam bentuk wawancara atau FGD, dilakukan perekaman dan dilakukan verbatim dengan melihat waktu, karakteristik responden, tema yang muncul, serta pandangan peneliti terhadap responden.

Tujuannya agar informasi ini lebih kaya serta dapat dikembalikan lagi ke pihak yang bersangkutan sebagai masukan dan evaluasi. Di samping itu dilakukan juga penelusuran dokumen kemitraan antara lembaga litbang pemerintah dengan industri, pencarian di internet mengenai produk dan teknologi yang berkembang di dunia sekarang ini Dalam penyelidikan masalah yang dihadapi, setidaknya harus melakukan analisis atau penyelidikan terhadap intervensi itu sendiri, sistem sosial dan sistem politik di mana ketiga hal tersebut ada dalam masalah kemitraan antara lembaga litbang pemerintah dengan industri.

Analisis intervensi bermanfaat untuk melihat bahwa intervensi secara struktural memiliki tiga peran, yaitu: 1 peran client, yaitu pihak yang menyebabkan penyelidikan terjadi; 2 peran would-be problem solver, yaitu pihak yang berkeinginan untuk melakukan sesuatu terhadap situasi yang tengah dipertanyakan; dan 3 peran problem owner, yaitu pihak yang memiliki dan perhatian dengan masalah yang dihadapi. Analisis sistem sosial adalah untuk melihat bagaimana sistem sosial secara terus menerus mengalami perubahan di antara ketiga elemennya, yakni aturan, norma dan nilai.

Analisis sistem politik beranggapan bahwa setiap situasi yang dialami manusia memiliki dimensi politis dan perlu dieksplorasi. Informasi dari ketiga analisis ini analisis intervensi, analisis sistem sosial dan analisis sistem politik akan menghasilkan informasi mengenai struktur baik fisik maupun sosial dari proses kemitraan antara lembaga litbang pemerintah dengan industri seperti proses komersialisasi hasil litbang yang dilakukan oleh lembaga litbang pemerintah; informasi mengenai profil dan karakteristik lembaga litbang pemerintah yang dieksplorasi, para peneliti, pimpinan litbang pemerintah serta pihak industri yang diajak melakukan kegiatan kemitraan; dan yang terakhir mengenai isu-isu yang berkaitan dengan masalah sosial-politis kemitraan antara lembaga litbang pemerintah dengan industry seperti aturan PNBP, reputasi lembaga litbang, dll.

Tujuan tahap ini bukan untuk mendefinisikan masalah, tetapi untuk memperoleh sejumlah pemikiran yang sedang berkembang sehingga rentang pilihan-pilihan keputusan yang mungkin menjadi terbuka Martin, Tahap 2 - Mengekspresikan situasi masalah Hasil tahap sebelumnya digunakan untuk membangun rich picture dari masalah yang sedang diobservasi. Gambar ini harus dapat melukiskan proses aktivitas dari setiap institusi yang terlibat dalam situasi masalah.

Relasi antara aktivitas dan institusi seyogyanya mengilustrasikan masalah, peran, dan elemen lingkungan yang mudah dipahami.

Hal ini merupakan dasar bagi diskusi lebih lanjut. Gambar 2 di bawah merupakan salah satu contoh rich picture situasi kemitraan antara lembaga litbang dengan industri yang menggambarkan bagaimana interaksi antar pihak dalam proses kemitraan antara lembaga litbang pemerintah dengan industri.

Sebagai contoh, dalam rich picture yang dibangun dapat digambarkan bagaimana interaksi peneliti di sebuah lembaga litbang pemerintah melakukan komersialisasi hasil litbang baik secara formal yaitu melakukan komersialisasi melalui lembaga litbang di mana peneliti tersebut berada, maupun secar informal yaitu melakukan komersialisasi secara individu kepada pihak industri.

Instansi Rich picture yang dibangun kemudian dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam kemitraan antara lembaga litbang dengan industri. Setelah itu mereka diminta untuk memberikan tanggapan yang selanjutnya diakomodasi untuk pengembangan rich picture yang baru dan sebagai bahan informasi baru bagi tahapan selanjutnya dari SSM.

Tahap 3 - Membangun definisi permasalahan yang berkaitan dengan situasi masalah Root definition permasalahan dibangun untuk mengidentifikasi sistem aktivitas manusia yang relevan pada tahap satu dan dua.

Root definition menyatakan tujuan inti dari tujuan yang mendasari setiap sistem. Untuk berbagai purposeful activity akan terdapat sejumlah transformasi yang berbeda. Hal tersebut berasal dari interpretasi tujuan yang berbeda. Elemen lain di dalam CATWOE merupakan tambahan gagasan di mana terdapat pihak yang melakukan purposeful activity, pihak yang dapat menghentikannya, pihak yang menjadi korban atau yang diuntungkan, dan terdapat hambatan dari lingkungan.

Beberapa root definition dapat dibangun untuk masing-masing sistem aktivitas manusia yang relevan untuk diidentifikasi. Setiap root definition mencakup suatu Weltanschauung yang berbeda. Individu yang berbeda akan melihat peristiwa yang sama dengan cara yang berbeda sesuai dengan pandangan mereka tentang dunia berdasarkan kepribadian, pengalaman, dan situasi. Hasil dari pandangan yang berbeda dibuat dalam dalam kesimpulan yang tidak eksplisit.

Dalam tahapan ini, root definition ditentukan oleh peneliti atau pihak yang melakukan penelitian mengenai masalah yang dikaji, misalnya kemitraan antara lembaga litbang dengan industri. Setiap jawaban dari satu aktor salah satu pihak dikomentari oleh aktor dari pihak lawannya. Pernyataan-pernyataan mengenai sudut pandang dari masing-masing pihak mengenai kemitraan yang dilakukan serta pandangan ke depan mereka mengenai bagaimana proses kemitraan yang seharusnya terjadi menjadi informasi penting dalam penyusunan CATWOE.

Informasi awal mengenai CATWOE dikomunikasikan kembali dengan partisipan yang kemudian dilakukan penyesuaian berdasarkan masukkan dari mereka. Model konseptual mengidentifikasi aktivitas yang diperlukan minimal untuk mengidentifikasi sistem aktivitas manusia. Selain itu, model konseptual merepresentasikan hubungan antar-kegiatan. Model konseptual harus berasal dari root definition itu sendiri. Model ini merupakan model intelektual dan tidak boleh tertutup oleh pengetahuan tentang dunia "nyata".

Bahasa pemodelan didasarkan pada kata kerja. Analisis logis terhadap transformasi menunjukkan bahwa setiap konversi dari input menjadi output dapat dinilai sukses atau tidak sukses berdasarkan tiga kriteria berikut: Efficacy, apakah cara yang dipilih memang bekerja dalam menghasilkan output? Efficiency, apakah penggunaan sumber daya dalam proses transformasi merupakan penggunaan minimum?

Effectiveness, apakah T memenuhi tujuan jangka panjang? Dimensi efektivitas berada pada level yang berbeda dengan efficacy dan efficiency. Di samping itu, dimensi efektivitas sering bermanfaat untuk diindikasikan di dalam model final. Model konseptual ini merupakan proses adaptif, karena terjadi umpan balik antara proses memodelkan dengan hasil ekspresi situasi masalah. Model konseptual ini dibangun berdasarkan sistem aktivitas manusia hasil ekspresi situasi masalah rich picture.

Model konseptual merupakan model intelektual dan tidak boleh tertutup oleh pengetahuan tentang real world. Semua elemen mnemonic CATWOE harus disertakan dalam model konseptual sehingga tidak mungkin untuk mengambil kata-kata atau statement dari root definition tanpa mempengaruhi model konseptual. Hasil interaksi antar pihak yang terlibat dalam tahapan sebelumnya menjadi rujukan bagaimana model konseptual proses kemitraan antara lembaga litbang pemerintah dengan industri dibangun seperti contoh gambar 3 di bawah ini.

Model konseptual seperti gambar 3 ditujukan untuk mendeskripsikan aktivitas- aktivitas yang harus ada untuk menjalankan kegiatan yang dinyatakan dalam root definitions terkait kemitraan antara lembaga litbang dengan industri. Tahap 5 - Membandingkan model konseptual dengan situasi masalah Model konseptual mengidentifikasi kegiatan yang perlu dimasukkan dalam human activity system HAS tertentu. Hal ini tidak peduli dengan bagaimana kegiatan tersebut akan dilakukan. Model konseptual akan dibandingkan dengan dunia nyata untuk menyoroti kemungkinan perubahan di dunia nyata.

Model Ini kemudian akan menjadi rekomendasi untuk perubahan. Perbedaan antara kedua hal tersebut real world dan systems thinking dalam hal ini model konseptual tidak boleh mengakibatkan perubahan dalam model konseptual. Model konseptual, jika dibangun dengan benar, mencakup semua kegiatan yang diperlukan untuk sifat yang muncul emergent properties dari sistem. Pemindahan aktivitas dari model konseptual akan mengakibatkan sifat-sifat tersebut muncul dan hilang.

Pada kesempatan ini, masing-masing pihak akan ditanyakan mengenai persepsi dan penilaian mereka terhadap aktivitas-aktivitas yang dimodelkan, apakah aktivitas itu harus tetap ada atau diubah. Kemudian ditanyai pula mengenai perubahan terhadap aktivitas-aktivitas yang telah dimodelkan dan apakah ada tambahan aktivitas terhadap model konseptual yang dibangun.

Setelah dilakukan wawancara satu persatu, dilakukan FGD yang didiskusikan dengan para pihak terkait model yang dibangun. Pada pelaksanaannya, bisa terdapat satu atau lebih model yang direkomendasikan. Namun setelah didiskusikan secara mendalam di antara pihak yang terlibat, akan ditentukan satu pilihan model yang akan disepakati dan digunakan bersama.

Tahap 6 - Menetapkan perubahan yang layak dan diinginkan Tujuan tahap ini adalah untuk mengidentifikasi dan mencari perubahan yang diinginkan secara sistemik dan layak menurut budaya. Perubahan ini dapat saja terjadi dalam hal struktur, prosedur, atau sikap orang-orang. Struktur di sini menyangkut organisasi kelompok, pihak atau struktur tanggung jawab fungsional.

Perubahan prosedur meliputi semua aktivitas yang dilakukan organisasi seperti tindakan-tindakan operasional. Perubahan sikap mengacu kepada perubahan dalam cara pandang mengenai sasaran dalam situasi masalah sehingga orang-orang akan memahami bagaimana seharusnya berperilaku dalam hubungan antar-mereka. Kedua alur berpikir dan bertindak di dalam SSM mempertemukan perdebatan yang terstruktur untuk mendefiniskan perubahan yang dapat membuang ketidakpuasan.

Akan tetapi, hal yang lebih utama ialah mengimplementasikan perubahan yang didefinisikan tersebut. Tabel 3: Contoh Template Perubahan yang layak diinginkan Tahap 7 - Melakukan tindakan perbaikan atas masalah. Rekomendasi untuk perubahan dapat diimplementasikan. Hal ini penting untuk menghargai bahwa setelah perubahan ini dilaksanakan, situasi masalah akan dimodifikasi.

Dengan kata lain, proses adalah siklus. Hal ini diakui bahwa tidak ada yang tetap atau statis dan intervensi yang direkomendasikan oleh konsultan atau peneliti akan mempengaruhi organisasi. Kita mengkonseptualisasikan dan memodelkan sistem untuk mengimplementasikan perubahan dan melakukannya berdasarkan beberapa Welanschauungen. Pada bagian terakhir, kita menunjukkan dengan tepat sistem untuk melakukan perubahan yang aktivitasnya dapat menjadi real-world action.

Perubahan itu sendiri biasanya digambarkan sebagai systematically desirable dan culturally feasible Checkland, Implementasi perubahan akan dilakukan di dalam kebudayaan manusia tertentu, dan akan memodifikasi budaya tersebut, setidaknya sebagian kecilnya, dan mungkin sebagian besar. Institut Teknologi Bandung. Bergvall-Kareborn, Birgitta. Brocklesby, John.

GARY OUELLET CLOSE UP ILLUSIONS PDF

Kisi - kisi Business Analysis

Ini catatan ringan mengenai soft system methodology. Pendekatan sistem yang lebih humanis dan non-determinsitik. Jika system dynamics sering diklasifikasikan sebagai hard system methodology HSM , maka di sisi lain terjadi perkembangan yang sangat pesat dalam disiplin ilmu soft system methodology SSM. Pendekatan SSM ini merupakan pendekatan pemodelan sistem yang lebih humanis dan sangat memperhitungkan berbagai aspek dalam perilaku, baik perilaku organisasi maupun perilaku manusia. SSM adalah sebuah metodologi untuk menganalisis dan pemodelan sistem yang mengintegrasikan teknologi hard sistem dan human soft system. SSM adalah pendekatan untuk pemodelan proses di dalam organisasi dan lingkungannya dan sering digunakan untuk pemodelan manajemen perubahan, di mana organsiasi pembelajar itu sendiri merupakan manajemen perubahan. SSM dikembangkan di Inggris oleh Peter Checkland di System Department - Universitay of Lancaster selama sepuluh tahun program penelitian, dan dipulikasikan pertama kali pada tahun

BV PATTABHIRAM BOOKS IN TELUGU PDF

What Is a CATWOE Analysis?

In real life systems, different stakeholders approach the same issue or process differently, based on their perspective. For instance, an investor views the organizational process that transforms raw materials into a commercial product as a means to make profit; the entrepreneur views the process as a business opportunity, and the local community views the same process as a means to provide jobs. If the same production process faces losses, the investor might seek to sell off the investment, the entrepreneur might recommend layoffs to bring about process efficiency, the employees might recommend raising the selling price, and the local community might recommend hiring more marketing executives. The persistence of such perception-based differences creates difficulties in decision-making and problem solving. Soft Systems Methodology SSM advocates resolving such issues by developing root definition or conceptual models for each issue. The root definition names the systems or process in a structured way, making it clear who performs what task, for what purpose.

DUA YASIR QADHI PDF

Soft systems methodology

Diseno de un sistema de informacion para el analisis de indicadores de medicion de la sociedad de la informacion. A philosophical discussion of the root definition in soft systems thinking: References in periodicals archive? The Free Dictionary https: Soft systems methodology assume: All of the elements of the CATWOE anapisis must be included somewhere in the conceptual model, otherwise the conceptual model is incomplete. Memoria organizacional en la retroalimentacion de clientes. Analysis, synthesis, systems thinking and the scientific method: Gestion de riesgos y controles en sistemas de informacion: Situation Considered Problematicproblem yang dimaksudkan lebih sesuai disebut problem situation, karena umumnya masalah yang harus diselesaikan lebih dari satu sehingga perlu identifikasi satu per satu; Tahap 2: Critical systems thinking for the facilitation of conservation planning in Philippine cataoe management. Pak Riri Satria Pada awalnya pendekatan SSM ini terlihat sebagai alat pemodelan biasa, tapi setelah adanya pengembangan, pendekatan itu telah meningkat sebagai alat pembelajaran dan alat pengembangan sebagai pembantu dalam mengartikan masalah. Designing electronic health records versus total digital health systems: Enquiring into skills development with SSM: We will use mode 1 of Actwoe and demonstrate the use of the main elements of mode 1 of SSM, namely rich pictures, root definitions, CATWOE and conceptual amalisis in a theoretical application to the design of well-known existing computer games.

BASSO ADRIENNE CHOMIKUJ PDF

ANALISIS CATWOE PDF

Overview[ edit ] The methodology was developed from earlier systems engineering approaches, primarily by Peter Checkland and colleagues such as Brian Wilson. The primary use of SSM is in the analysis of complex situations where there are divergent views about the definition of the problem. These situations are "soft problems" such as: How to improve health services delivery? How to manage disaster planning?

Related Articles