ASKEP GASTRITIS PADA LANSIA PDF

Latar Belakang Kasus dengan gastritis merupakan salah satu jenis kasus yang umumnya diderita oleh kalangan remaja, khususnya penyakit ini meningkat pada kalangan mahasiswa. Fahrur, Bakteri ini dapat menginfeksi lambung sejak anak-anak dan menyebabkan penyakit lambung kronis. Jika dibiarkan, akan menimbulkan masalah sepanjang hidup Soemoharjo,

Author:Zugrel JoJojora
Country:South Sudan
Language:English (Spanish)
Genre:Art
Published (Last):14 July 2013
Pages:127
PDF File Size:14.58 Mb
ePub File Size:8.39 Mb
ISBN:663-4-15070-342-9
Downloads:13809
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Fecage



Konsep Dasar Medis 1. Pengertian gastritis Gastritis pada lansia adalah suatu peradangan mukosa lambung yang dapat bersifat kronis, difus atau lokal yang sering terjadi pada lansia: dua jenis gastritis yang paling sering terjadi : gastritis superfisial akut dan gastritis atropik kronik.

Etiologi Gastritis seringkali akibat dari stres. Endotoksin bakteri masuk setelah menelan makanan yang terkontaminasi , kafein, alkohol, dan aspirin merupakan agen-agen penyebab yang sering. Penyebab lain adalah obat-obatan seperti : sulfonamida, steroid.

Beberapa makanan berbumbu termasuk lada, cuka dapat menyebabkan gejala yang mengarah pada gastritis. Gastritis kronik umumnya disebabkan akibat minum alkohol berlebihan, teh panas, merokok, merupakan predisposisi timbulnya gastritis atropik.

Pada kasus anemia pernisiosa, patogenesis agaknya berkaitan dengan gangguan mekanisme imunologik. Kebanyakan penderita mempunyai antibodi terhadap sel parietal dalam darahnya, lebih spesifik lagi, penderita ini juga mempunyai antibodi terhadap faktor intrinsik. Patogenesis Seluruh mekanisme yang menimbulkan gastritis erosif karena keadaan — keadaan klinis yang berat belum diketahui benar.

Aspirin dan obat anti inflamasi non steroid merusak mukosa lambung melalui beberapa mekanisme. Prostaglandin mukosa merupakan salah satu faktor defensif mukosa lambung yang amat penting. Selain menghambat produksi prostaglandin mukosa, aspiran dan obat aninflamasi topikal terjadi karena kandungan asam dalam obat tersebut bersifat korosif sehingga dapat merusak sel-sel epitel mukosa.

Pemberian aspirin dan obat antiflamasi non steroid juga dapat menurunkan sekresi bikarbonat dan mukus oleh lambung, sehingga kemampuan faktor defensif terganggu. Patofisiologi Obat-obatan, alkohol, garam empedu atau enzim — enzim pankreas dapat merusak mukosa lambung gastritis erosif , mengganggu pertahanan mukosa lambung dan memungkinkan difusi kembali, asam dan pepsin ke dalam jaringan lambung, hal ini menimbulkan peradangan respons mukosa terhadap kebanyakan penyebab iritasi tersebut dengan regenerasi mukosa, karena itu gangguan-gangguan tersebut seringkali menghilang dengan sendirinya.

Dengan iritasi yang terus menerus, jaringan menjadi meradang dan dapat terjadi perdarahan. Masuknya zat-zat seperti asam dan basa yang bersifat korosif mengakibatkan peradangan dan nekrosis pada dnding lambung. Gastritis kronis dapat menimbulkan keadaan dengan atropi kelenjar-kelenjar lambung dan keadaan mukosa terdapat bercak-bercak penebalan warna abu-abu. Hilangnya mukosa lambung akhirnya akan berakibat kurangnya sekresi lambung dan timbulnya anemia pernisiosa.

Manifestasi klinik Manifestasi klinis dari gastritis akut dapat bervariasi dari keluhan abdomen yang tidak jelas, seperti anoreksia atau mual, sampai gejala lebih berat seperti nyeri epigastrium, muntah, perdarahan dan hematemesis.

Pada pemeriksaan fisis biasanya tidak ditemukan kelainan, kecuali mereka yang mengalami perdarahan yang hebat sehingga menimbulkan tanda dan gejala gangguan hemodinamik yang nyata seperti hipotensi, pucat, keringat dingin, takikardia sampai gangguan kesadaran.

Klien juga mengeluh kembung, rasa asam di mulut. Sedangkan manifestasi klinis dari gastritis kronik ; gejala defisiensi B12, sakit ulu hati setelah makan, bersendawa rasa pahit dalam mulut, mual dan muntah. Pemeriksaan Diagnosis Gastritis erosif harus selalu diwaspadai pada setiap pasien dengan keadaan klinis yang berat atau pengguna aspirin dan anti inflamasi nonsteroid.

Diagnosa ini ditegakkan dengan pemeriksaan gastroduodenoskopi. Pada pemeriksaan akan tampak mukosa yang sembab, merah, mudah berdarah atau terdapat perdarahan spontan, erosi mukosa yang bervariasi dari yang menyembuh sampai tertutup oleh bekuan darah dan kadang ulserasi. Pada gastritis kronis diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan endoskopi dan histopatologi. Untuk pemeriksaan histopatologi sebaiknya dilakukan biopsi pada semua segmen lambung.

Kriteria minimal untuk menegakkan diagnosis H. Pylori jika hasil PA positif. Penatalaksanaan Gastritis akut : a. Mengatasi kedaruratan medis yang terjadi. Pemberian obat — obat H2 blocking, antasid atau obat — obat ulkus lambung yang lain. Gastritis kronis : Pada umumnya gastritis kronik tidak memerlukan pengobatan, yang harus diperhatikan ialah penyakit — penyakit lain yang keluhannya dapat dihubungkan dengan gastritis kronik.

Anemia yang disebabkan oleh gastritis kronik biasanya bereaksi baik terhadap pemberian vitamin B12 atau preparat besi, tergantung dari defisiensinya. Komplikasi Komplikasi pada gastritis akut adalah : a. Perdarahan saluran cerna bagian atas yang merupakan kedaruratan medis. Kadang — kadang perdarahan cukup banyak sehingga dapat menyebabkan kematian.

Terjadi ulkus kalau prosesnya hebat. Jarang terjadi perforasi. Komplikasi pada gastritis kronik adalah : a.

Atropi lambung dapat menyebabkan gangguan penyerapan terutama terhadap vitamin B Gangguan penyerapan terhadap vitamin B12 selanjutnya dapat menyebabkan anemia yang secara klinik hampir sama dengan anemia pernisiosa.

Keduanya dapat dipisahkan dengan memeriksa antibodi terhadap faktor intrinsik. Selain vitamin B12 penyerapan besi juga dapat terganggu.

Gastritis kronik antrum pilorum dapat menyebabkan penyempitan daerah antrum pilorum. Gastritis kronik sering dihubungkan dengan keganasan lambung, terutama gastritis kronik antrum pilorus. Konsep Asuhan Keperawatan Defenisi proses keperawatan adalah suatu metode yang sistematis untuk mengkaji respon manusia terhadap masalah — masalah kesehatan dan membuat rencana keperawatan yang bertujuan untuk mengatasi masalah — masalah tersebut.

Proses keperawatan terdiri dari 5 tahap yaitu pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Pengkajian Adalah dasar utama dari proses keperawatan. Pengumpulan data yang akurat dan sistematis akan membantu penentuan status kesehatan dan pola pertahanan klien, mengidentifikasi kekuatan dan kebutuhan klien, serta merumuskan diagnosis keperawatan.

Data subyektif meliputi anoreksia, mual, tidak nyaman perut pada tingkat tertentu. Data obyektif meliputi selaput mukosa kering, otot lemah, muntah jumlah, frekuensi, adanya darah , ada tanda — tanda ketidakseimbangan cairan dan elektrolit, haus, penurunan turgor kulit. Adapun diagnosa keperawatan pada gastritis adalah : a. Ansietas berhubungan dengan pengobatan. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan masukan nutrien tidak adekuat.

Resiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan masukan cairan berlebihan karena muntah. Kurang pengetahuan tentang penatalaksanaan diet dan proses penyakit. Nyeri berhubungan dengan mukosa lambung teriritasi. Perencanaan a. Tujuan : Utama mencakup mengurangi ansietas Intervensi keperawatan : Bila pasien mencerna asam atau alkali, maka tindakan darurat diperlukan. Tujuan : Menghindari makanan pengiritasi dan menjamin masukan nutrien adekuat.

Intervensi keperawatan : 1 Dukungan fisik dan emosi diberikan. Tujuan : Mempertahankan keseimbangan cairan. Intervensi keperawatan : 1 Masukan dan haluaran cairan setiap hari dipantau untuk mendeteksi tanda — tanda awal dehidrasi. Tujuan : Meningkatkan kesadaran tentang penatalaksanaan diet. Intervensi keperawatan : 1 Pengetahuan pasien tentang gastritis dievaluasi. Tujuan : Menghilangkan nyeri. Intervensi keperawatan : 1 Pasien diinstruksikan untuk menghindari makanan dan minuman yang dapat mengiritasi mukosa lambung.

Implementasi Implementasi adalah pelaksanaan perencanaan keperawatan oleh perawat dan klien. Intervensi dilaksanakan sesuai dengan rencana. Keterampilan interpersonal, intelektual, teknikal, dilakukan dengan cermat dan efisien pada situasi yang tepat. Keamanan fisik dan psikologis dilindungi d. Dokumentasi intervensi dan respons klien 5. Evaluasi Bagian terakhir dari proses keperawatan. Semua tahap proses keperawatan harus dievaluasi.

Hasil yang diharapkan : a. Menunjukkan berkurangnya ansietas b. Menghindari makan makanan pengiritasan, atau minuman yang mengandung kafein atau alkoholik. Mempertahankan keseimbangan cairan. Mematuhi program pengobatan. Data biografis Nama klien : Ny. Sistem pelayanan kesehatan yang digunakan : Pelayanan kesehatan yang ada di panti. Pemahaman mengenai proses menua; cukup Status kesehatan umum setahun yang lalu : kurang baik tidak bisa berjalan Penyakit masa kanak-kanak : Cacar, demam, flu Penyakit serius kronik : Lumpuh pada kedua kaki Trauma : Tidak ada.

Klien pun mengatakan telah lupa kejadian meninggalnya. G2: Ayah dan ibu Klien telah meninggal dunia. Ibu klien meninggal karena pembengkakan pada perutnya, sedangkan ayah klien meninggal pada saat pergi mencari ikan di laut. G3: Klien sekarang mengalami gastritis.

Klien tinggal bersama dengan 4 orang nenek dip anti Definisi spesifik dari kemandirian atau ketergantungan fungsional diuraikan di bawah index A : Kemandirian dalam hal makan, berpakaian, kontinensia, ke kamar kecil, berpakaian dan mandi B : Kemandirian dalam semua hal kecuali satu dari fungsi tsb C : Kemandirian dalam semua hal kecuali mandi dan salah satu fungsi tambahan D : Kemandirian dalam semua hal, kecuali mandi, berpakaian dan satu fungsi tambahan E : Kemandirian dalam semua hal, kecuali mandi, berpakaian, ke kamar kecil dan satu fungsi tambahan F : Kemandirian dalam semua hal, kecuali mandi, berpakaian, ke kamar kecil, berpindah dan satu fungsi tambahan G : Ketergantungan pada ke enam fungsi tsb Lain-lain : Tergantung pada sedikitnya dua fungsi, tetapi tidak dapat diklasifikasikan sebagai C, D, E, atau F.

Kemandirian berarti tanpa pengawasan, pengarahan, atau bantuan pribadi aktif, kecuali seperti secara spesifik diperlihatkan di bawah ini. Seorang klien yang menolak untuk melakukan suatu fungsi dianggap sebagai tidak melakukan fungsi, meskipun ia dianggap mampu. Mandi spon, pancuran atau bak Mandiri : Klien mandi sendiri sepenuhnya. Apakah anda puas dengan kehidupan anda? Apakah anda mengurangi hobi dan aktivitas sehari-hari?

Apakah anda merasa bahwa hidup anda kosong? Apakah anda sering merasa bosan? Apakah anda selalu bersemangat? Apakah anda takut sesuatu yang buruk akan terjadi pada anda?

FITZMYER PAULINE THEOLOGY PDF

Askep Gastritis

DEFINISI Diare adalah keadaan frekuensi buang air besar lebih dari 4 kali pada bayi dab lebih dari 3 kali pada anak, konsistensi feses encer, dapat berwarna hijau atau dapat pula bercampur lendir dan darah atau darah saja. Ngastiyah, Perawatan Anak Sakit, Diare adalah keadaan di mana seorang individu mengalami atau beresiko mengalami defekasi sering dengan feses cair, atau feses tidak berbentuk. Lynda Juall Carpenito, Anak yang menderita diare mungkin juga disertai dengan penyakit lain. Seperti : demam, gangguan gizi dan penyakit lainnya. Faktor infeksi Infeksi saluran pencernaan makanan yang merupakan penyebab utama diare pada anak.

LA BREVE Y MARAVILLOSA HISTORIA DE OSCAR WAO PDF

Gastritis adalah inflamasi dari mukosa lambung. Gastritis adalah segala radang mukosa lambung. Gastritis merupakan suatu keadaan peradangan atau perdarahan mukosa lambung yang dapat bersifat akut, kronis, difus atau local. Gastritis bukan merupakan penyakit tunggal, tetapi terbentuk dari beberapa kondisi yang kesemuanya itu mengakibatkan peradangan pada lambung. Biasanya, peradangan tersebut merupakan akibat dari infeksi oleh bakteri yang sama dengan bakteri yang dapat mengakibatkan borok di lambung yaitu Helicobacter pylori.

Related Articles