ATHEIS ACHDIAT KARTA MIHARDJA PDF

Ia dibesarkan dalam lingkungan keluarga menak yang feodal. Ayahnya bernama Kosasih Kartamiharja, seorang pejabat pangreh praja di Jawa Barat. Achdiat rnenikah dengan Suprapti pada bulan Juli Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai lima orang anak. Lalu, ia melanjutkan kuliah di Universitas Indonesia, Jakarta. Ketika kuliah, ia pernah diajar oleh Prof.

Author:Arashigore Kerg
Country:Gabon
Language:English (Spanish)
Genre:Art
Published (Last):12 May 2006
Pages:150
PDF File Size:8.57 Mb
ePub File Size:3.86 Mb
ISBN:528-3-91020-695-8
Downloads:1072
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Gumuro



Achdiat kecil tumbuh dalam keluarga yang gemar membaca. Dari koleksi ayahnya, ia telah membaca, antara lain, buku karangan Dostojweski, Dumas, dan Multatuli. Buku Quo Vadis karya H. Hasil dari didikan lingkungan gemar membaca itu tentunya adalah tulisan-tulisan Achdiat yang lahir di kemudian hari, baik itu yang berupa karya sastra maupun esai tentang sastra atau kebudayaan. Novelnya yang berjudul Atheis adalah novel yang membawa namanya di deretan pengarang novel terkemuka di Indonesia.

Selepas dari AMS ini, Achdiat sempat menjadi pengajar di Perguruan Nasional Taman Siswa, namun tak berlangsung lama karena pada tahun Ia menjajal profesi menjadi anggota redaksi Bintang Timur dan redaktur mingguan Paninjauan. Amir dan Dr. Profesi inilah yang sangat berpengaruh dalam perjalanan karir Achdiat tahun-tahun setelahnya.

Kecintaannya pada sastra, membuat Achdiat memutuskan untuk melanjutkan kuliah Kota Jakarta, tepatnya Fakultas Sastra dan Filsafat Universitas Indonesia Hingga pada tahun , karena dedikasi dan prestasinya dalam bidang sastra, dalam kesempatan Colombo Plan, Achdiat mendapat kesempatan belajar bahasa dan sastra Inggris, serta karang mengarang selama satu tahun di Australia, tepatnya di Sydney University.

Perjalanan karir Achdiat tergolong unik, ia kerap berlompatan dari profesi yang satu ke yang lain. Tahun jadi pimpinan redaksi tengah-bulanan Penuntun Kemajuan, lantas selanjutnya, pada tahun , ia menjadi redaktur di Balai Pustaka. Balai pustaka semakin menumbuhkan minatnya pada kesusastraan.

Pada pendudukan Jepang, tepatnya pada tahun , ia menjadi redaksi dan penyalin di kantor pekabaran radio, Jakarta. Tahun ia memimpin mingguan Gelombang Zaman dan setengah mingguan berbahasa Sunda bernama Kemajuan Rakyat yang terbit di Garut sekaligus menjadi anggota bagian penerangan penyelidik Divisi Siliwangi.

Dua tahun kemudian, Ia kembali ke Balai Pustaka sebagai redaktur. Pada tahun , Ia menjadi redaktur kebudayaan di berbagai majalah, seperti Spektra dan Pujangga Baru di samping sebagai pembantu kebudayaan harian Indonesia Raya dan Konfrontasi.

Karir di bidang tulis-menulis ini terus berlanjut. Tahun bersama-sama Sutan Takdir Alisjahbana dan Dr. Bidang tulis menulis tak hanya membawanya ke Belanda. Kesempatan ini digunakan juga untuk mempelajari seni drama di Amerika Serikat.

Dari sekian banyak karyanya, novel "Atheis " bisa dibilang adalah karyanya yang paling penting. Novel yang diterbitkan pada tahun ini mengisahkan kegelisahan manusia mencari pegangan hidup di tengah pergeseran nilai dalam masyarakat. Novel ini menimbulkan perdebatan dalam masyarakat sejak penerbitannya yang pertama.

Meski begitu, Novel yang merupakan salah satu puncak karya sastra Indonesia modern ini telah berulang kali dicetak. RJ Maguire bahkan menerjemahkan novel ini ke Bahasa Inggris pada dan sutradara Sjumandjaja juga pernah mengangkatnya ke layar lebar pada dengan judul yang sama, yaitu Atheis.

Semasa hidupnya, Achdiat pernah mempelajari ajaran mistik tarekat aliran Qadariyah Naqsabandiyah dari Kiyai Abudullah Mubarak yg juga terkenal dengan sebutan Ajengan Gedebag , serta mempelajari filsafat belajar filsafat pada pater Dr.

Jacobs S. Achdiat, yang merupakan kakek dari artis Jamie Aditya ini meninggal di Canberra, Australia, 8 Juli pada umur 99 tahun. Oleh: Siwi P. Dosen Fakultas Sastra Universitas Indonesia Wakil Ketua Organisasi Pengarang Indonesia Anggota BMKN

LE FILS DU PAUVRE DE MOULOUD FERAOUN PDF

Achdiat K. Mihardja

Achdiat kecil tumbuh dalam keluarga yang gemar membaca. Dari koleksi ayahnya, ia telah membaca, antara lain, buku karangan Dostojweski, Dumas, dan Multatuli. Buku Quo Vadis karya H. Hasil dari didikan lingkungan gemar membaca itu tentunya adalah tulisan-tulisan Achdiat yang lahir di kemudian hari, baik itu yang berupa karya sastra maupun esai tentang sastra atau kebudayaan. Novelnya yang berjudul Atheis adalah novel yang membawa namanya di deretan pengarang novel terkemuka di Indonesia. Selepas dari AMS ini, Achdiat sempat menjadi pengajar di Perguruan Nasional Taman Siswa, namun tak berlangsung lama karena pada tahun Ia menjajal profesi menjadi anggota redaksi Bintang Timur dan redaktur mingguan Paninjauan.

DESCARGAR BLANQUEAMIENTO DE PIEL CELINA SURREY PDF

Achdiat Karta Mihardja

Maka tak heran jika ia pun juga sangat taat dalam beribadah. Hasan merupakan pemuda yang lugu dan sangat menghormati orang tuanya. Ia anak yang berbakti dan menurut terhadap orang tuanya. Saat hasan beranjak dewasa, ia melanjutkan sekolahnya ke Bandung. Di sana ia berkenalan dengan Rukmini dan menjalin hubngan dengannya.

CONCERNING SPIRITUAL GIFTS KENNETH HAGIN PDF

Sinopsis Novel – Atheis (Achdiat K. Mihardja)

Jump to navigation Jump to search Mihardja, c. He is best known for his novel, Atheis , which was published in His father, a bank manager, had a collection of books which Mihardja credited with sparking his interest in literature. In , he published his most important work, Atheist, which centered on a Muslim man from West Java , Hasan, and his relationship with his friends, who had been influenced by foreign ideas, such as Marxism. He was also a major figure in PEN Club Indonesia during the mids, seeking international connections with such figures as English poet Stephen Spender and helping to host African American novelist Richard Wright during his visit to Indonesia for the Bandung Conference. He was a member of the Socialist Party of Indonesia , which was banned in by his friend, President Sukarno.

Related Articles