IBNU THUFAIL PDF

Latar Belakang Peradaban Islam melahirkan banyak ahli filsafat yang ternama. Namun entah mengapa filsafat dan kesusastraan Islam tetap dianggap sebagai satu kelompok yang hilang dalam sejarah pemikiran manusia. Jangan heran bila dalam studi sejarah pemikiran, lebih mengenal tokoh-tokoh yang berasal dari Yunani dan Barat ketimbang dari Islam. Meskipun para ulama Islam yang ahli di bidang pemikiran dan kebudayaan seperti seperti al-Ghazali, Ibnu Thufayl, al-Kindi, al-Farabi, dan Ibn Sina dianggap brilian, namun mereka tak mendapat tempat yang sewajarnya dibandingkan dengan tokoh Yunani seperti Plato dan Aristoteles. Hal ini dikarenakan beberapa ulama dan sarjana kita, tampaknya kurang tertarik untuk mengkaji dan mengkomentari sejumlah karya-karya ulama dan cendekiawan muslim terdahulu yang karyanya monumental dan susah dicari tandingannya. Untuk menunjukkan sisi dari kontribusi muslim Spanyol abad pertengahan dalam ranah filsafat akan penulis ketengahkan nama Ibnu Thufayl yang merupakan tokoh filosof muslim Neo-Platonis Spanyol yang telah mencapai orisinalitas karya yang sedemikian rupa yang hidup pada masa pemerintahan dinasti Al-Muwahidin.

Author:Akinotaxe Jum
Country:Lesotho
Language:English (Spanish)
Genre:Automotive
Published (Last):26 September 2011
Pages:424
PDF File Size:14.62 Mb
ePub File Size:9.12 Mb
ISBN:990-8-82586-350-8
Downloads:87839
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Arazil



Latar Belakang Pemikiran seseorang tidak akan lepas dari pengaruh zaman dan tempat dimana orang itu berada. Pengaruh zaman dan tempat itu akan memberikan ciri khas atau corak dari pemikiran itu sendiri. Demikian pula dalam sejarah filsafat. Meskipun pada dasarnya sumber filsafat adalah satu yaitu rasio, namun, tidak pelak pemikiran filosofis dari para filosof memiliki ciri dan karakter yang berbeda.

Dapat kita lihat bahwa telah terjadi perbedaan yang cukup signifikan antara pemikiran Al Ghazali dengan Ibnu Rusyd. Makalah ini secara spesifik ingin mengetahui ciri atau corak pemikiran salah satu filosof muslim yang terkenal dengan roman filosofisnya: Hayy ibn Yaqzhan.

Penulis berharap, adanya makalah yang singkat ini dapat memberikan pengetahuan dan pencerahan bagi kita semua. Ia termasuk dalam keluarga suku Arab terkemuka, Qais. Dalam bahasa lain ia terkenal dengan Abu Bacer. Sebagaimana Filosof Muslim di masanya, Ibnu Tufail memiliki disiplin ilmu dalam berbagai bidang. Selain terkenal sebagai filosof muslim yang gemar menuangkan pemikirannya dalam kisah-kisah ajaib dan penuh dengan kebenaran, ia juga seorang dokter, ahli matematika dan kesusastraan penyair dari dinasti Al-Muwahhid Spanyol.

Ia memulai kariernya sebagai dokter praktik di Granada. Lewat ketenarannya sebgai dokter ia diangkat menjadi sekretaris gubernur di provinsi itu. Selanjutnya menjadi dokter pemerintah dan sekaligus menjadi qadhi.

Disisi lain, khlaifah sendiri memang seorang pecinta ilmu pengetahuan dan secara khusus adalah peminat filsafat dan memberi kebebasan. Sikapnya itu menjadikan pemerintahannya sebagai pemuka pikiran filosofis dan membuat spanyol seperti apa yang dikatakan R.

Posisi ibnu Thufail disini adalah pakar dalam pemikiran filosofis dan ilmiah. Dan ia menganjurkan kepada khalifah supaya muridnya, Ibnu Rusyd menggantikan kedudukannya. Khalifah meluluskan permintaannya dan langsung mengangkat Ibnu Rusyd sebagai dokter istana.

Adapun mengenai karya-karyanya, Buku-buku biografi menyebut bahwa karangan ibnu Thufail menyangkut beberapa lapangan filsafat, seperti filsafat fisika, metafisika, kejiwaan dan lain sebagainya, disamping surat-surat yang dikirimkan kepada Ibnu Rusyd.

Namun karangan-karangan itu tidak sampai kepada kita kecuali risalah Hayy bin Yaqadhan yang merupakan intisari pemikiran filsafat Ibnu Thufail.

Risalah ini ditulis atas permintaan salah seorang kawannya untuk mengintisarikan filsafat timur. Karya ini merupakan suatu kreasi yang unik dari pemikiran filsafatnya. Sebelumnya, judul ini telah diberikan oleh ibnu Sina kepada salah satu bukunya.

Demikian juga nama tokoh dalam cerita itu. Namun, ibnu Thufail berhasil menjadikan kisah ini menjadi kisah roman filosofis yang unik. Keunikan itu terlihat pada ketajaman filosofisnya yang menandai kebaharuan kisah tersebut. Kisah ini merupakan kisah paling asli dan indah pada abad pertngahan. Terbukti, baku ini telah diterjemahkan kedalam beberapa bahasa seperti, Ibrani, Latin, Ingrgris, Belanda, Prancis, Spanyol, Jerman dan lain-lain.

Filsafat Ibnu Tufail Filsafat ibnu Thufail merupakan pemikiran yang baru dalam filsafat islam yang belum pernah dilakukan para filosof muslim sebelumnya. Terutama dalam hal pembuktian adanya tuhan. Penjabaran yang diberikan ibnu Thufail cukup gamlang dan dapat dipahami oleh nsemua golongan orang. Berbeda dengan Ibnu Sina. Pembagian wajib al wujud min ghairih dan mumkin al wujud bi dzatihi, seperti yang dikatakan Prof. Karena dalam konsep Wajib ada unsur mumkin.

Secara umum, pemikiran filsafat ibnu Thufail dapat kita lihat dalam karyanya: Hay Ibnu Yaqhan. Roman Filsafat itu menggambarakan orang yang mempunyai akal fikiran sebagai fitroh bagi setiap manusia.

Absal merupakan orang yang berilmu dan beragama islam, dimana ilmunya telah dilengkapi dengakan wahyu. Sedangkan salman menggambarkan tentang masyarakat Sebagaimana diketahui, Ibnu Thufail tidak merasa puas dengan filsafat Al Ghazali untuk mencari kebahagiaan dan kebenaran tuhan, tetapi lebih cendrung kepada perenungan fikiran sebagaimana dilakukan Al Farabi.

Ibnu Thufail termasuk pengikut aliran Kontemplatif filsafat arab yang disebut isyrok, suatu teori neo platonisme kuno dan dekat dengan aspirasinya kepada mistik modern.

Menurut Amir Ali, sebagaimana dikutip oleh Muslim Ishak dalam buku Tokoh-tokoh Filsafat Islam Dari Barat, Filsafat Kontemplatif Ibnu Thufail tidak didasarkan atas exsaltasi mistik, tetapi atas suatu mode yang mana intuisi digabungkan dengan pencarian akal.

Hal ini dapat dilihat sebagaimana dalam kisah Hay, dimana, akal memiliki perkembangan yang berngsur-angsur dan berturut-turut dari seseorang yang tidak mendapat asupan pendidikan dari luar. Metafisika Ketuhanan Seperti para filosof sebelumnya, ibnu Thufail memulai filsafatnya dengan filsafat ketuhanan. Dalam membuktikan adanya tuhan ibnu Thufail mengemukakan tiga argument sebagai berikut: a.

Argumen Gerak c. Argumen Alghaiyyat dan Al-inayat al ilahiyat 2. Fisika Pada pembahasan sebelumnya telah disinggung mengenai golongan yang mengakui bahwa alam itu baru atau mereka yang mengakui alam itu kadim. Mengenai alam ini, Ibnu Thuifail merupakan penganut keduanya. Ia mempercayai bahwa alam itu baharu sekaligus alam itu kadim. Alam itu kadim, menurut Ibnu Thufail, karena ia diciptakan sejak azali, tanpa di dahului zaman. Ibnu Thufail mencontohkan, ketika seseorang menggenggam suatu benda, kemudian ia gerakkan benda tersebut, maka benda itu mesti bergerak mengikuti gerak tangan orang tersebut.

Gerakan benda tersebut tidak terlambat dari segi zaman dan hanya terlambat dari segi zat. Demikian alam ini, keseluruhan merupakan akibat dan diciptakan Allah tanpa zaman. Jiwa Jiwa menurut Ibnu Thufail adalah makhluk yang tertinggi martabatnya. Manusia Terdiri dari dua Unsur yakni jasad dan roh al-madat al ruh. Badan tersusun dari unsur-unsur sedangkan jiwa tidak. Jiwa bukan jisim dan bukan pula sesuatu yang ada didalam jisim.

Setelah badan hancur atau mengalami kematian, jiwa lepas dari badan, dan selanjutnya jiwa yang pernah mengenal Allah yang berada di dalam jasad akan hidup dan kekal. Jiwa terdiri dari tiga tingkat: jiwa tumbuhan an-nafs al nabawiyat , jiwa jiwa hewan dan jiwa manusia.

Ketiga jiwa tersebut merupakan sebuah tingkatan dari yang terendah hingga tertinggi yaitu jiwa manusia. Dalam menjabarkan hal ini, Ibnu Thufail kemudian mengelompokkan jiwa hubungannya dengan Allah kedalam tiga golongan: a. Jiwa yang sebelum mengalami kematian jasad telah mengenal Allah, mengagumi kebesaran dan keagungannya, dan selu ingat kepadanya, maka jiwa seperti ini akan kekal dalam kebahagiaan.

Jiwa yang mengenal Allah Namun bermaksiat, akan abadi dalam kesensaraan. Jiwa yang tidak mengenal allah sealam Hidupnya, akan berakhir seperti hewan.

Epistimologi Ibnu Thufail mengatakan, seperti tersirat dalam kisah Hay Ibnu Yaqdan, Bahwa makrifat dimulai dari panca indra. Hal yang bersifat metafisis dapat diketahui dengan akal dan intuisi. Makrifat dapat dilakukan dengan dua cara: pemikiran atau renungan akal seperti yang dilakukan filosof muslim; dan tasawuf seperti yang dilakukan oleh kaum sufi.

Semakin tinggi latihan itu, maka semakin jelas dan hakikat semakin tersingkap. Rekonsiliasi antara Filsafat dan Agama Hubungan filsafat dan agama yang dikemukakan oleh Ibnu Tufail adalah filsafat sebagai bagian kebenaran yang esoteris hanya diperuntukkan bagi orang-orang terbatas yang memiliki kemampuan untuk memahami pengetahuan-pengetahuan murni.

Semantara masyarakat kebanyakan cukup dengan agama dalam makna literalnya. Agama dalam pengertian seperti ini diperuntukkan bagi semua orang, tetapi filsafat hanya bagi orang-orang yang berbakat yang sedikit jumlahnya.

Agama diperuntukkkan bagi orang-orang awam karna mereka tidak memiliki kemampuan untuk keluar dari sebatas penjelasan-penjelasan lahiriah agama. Sebagaimana dikatakan dimuka, penulisan kisah ini merupakan jawaban atas permintaan temannya yang ingin mengetahui hikmah ketimuran. Adapun ringkasan kisah tersebut sebagai mana ditulis oleh Ahmad hanafi dalam bukunya Pengantar Filsafat Islam sebagai berikut: Seorang anak tinggal di sebuah pulauyaitu Hayy ibn Yaqadhan, ia disusui dan di asuh oleh seokor rusa.

Ketika sudah besar ia mempunyai hasrat yang kuat untuk mengetahui dan menyelidiki tentang sesuatu yang tidak dapat dimengerti olehnya. Ia menyadari hewan-hewan mempunyai pakain alami dan alat pertahan bagi dirinya, sedang ia telanjang dan tidak bersenjata. Oleh karena itu, ia menutup dirinya pertama-tama denga kulit hewan yang telah mati serta memakai tongkat sebagai alat pertahanan diri.

Lambat laun ia mengenal kebutuhan hidup yang lain, mengetahui cara memakai api, manfaat bulu, tahu menenun dan akhirnya membangun gubuk sebagai tempat berteduhnya. Dalam pada itu rusa pengasuhnya semakin lama semakin tua dan akhirnya mati. Pikiran manusia yang serba hedak ingin tahu itu, ingin mengetahui sebab terjadinya perubahan besar pada rusa itu.

Kemudian ia berkesimpulan bahwa jantung merupakan pusat bagi anggota tubuh. Sesudah itu ia mempelajari bahan-bahan logam, tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan yang terdapat di pulau kediamannya, mempelajari suara yang bermacam-macam dan menirukannya pula. Kemudian ia mempelajari gejala-gejala di angkasa, dan karena tertarik oleh keragaman yang terdapat pada alam maka ia berusaha untuk menemukan keseragaman pada kesemuanya.

Akhirnya ia memastikan bahwa dibalik keanekaragman itu tentu ada keseragaman dan kekuatan yang tersembunyi dan ganjil, suci dan tidak terlihat. Kemudian ia merenungkan dirinya sendiri dan alat yang dipakai untuk memperoleh pengetahuan.

Kemudian arah penyelidikannya berubah menjadi perenungan terhadap dirinya sendiri. Dengan memperhatikan aliran air dan menyusuri sumbernya sampai kepada suatu sumber air yang memamcar dan melimpah sebagai sungai, maka ia terbimbing untuk mengatakan bahwa manusia juga mesti mempunyai suatu sumber bersama. Selanjutnya ia merenungkan tentang langit, gerakan bintang-bintang, peredaran bulan dan pengaruhnya atas bumi.

Ia kemudian menemukan garis pemikirannya sendiri dan menjahui pembunuhan hewan-hewan, kemudian ia sudah puas dengan makan buah-buahan yang masak dan tumbuh-tumbuhan dan hanya dalam keadaan terpaksa ia memakan daging hewan. Dari sini ia beralih dari hanya sekedar pengamat alam menjadi sorang yang mencari tuhan, dan sebagai ganti dari mencari pengetahuan dengan mengetahui dalil-dalil dan kesimpulan logika, atau dengan perkataan lain, pengetahuan obyektif, kemudian ia tenggelam dalam perenungan rohani.

Ia memandang keseluruhan alam semesta sebagai pantulan refleksi dari satu tuhan, dan selanjutnya ia senang melakukan ekstasi semedi. Didekat pulau yang didiaminya itu, terdapat suatu pulau lain dan seorang pandai yang bernama Absal yang secara kebutulan berkunjung kepulau tempat kediaman Hay. Ia bertemu dengan Hay dan mengajarkan bahsa kepadanya.

Ia pun tahu bahwa orang yang membawa keterangan-keterangan dan ucapan yang benar itu adalah Rosul dan ia percaya kepadanya dan mengakui kerasulannya. Sebaliknya Hay juga menjelaskan pengalamannya dengan Allah kepada Absal. Ketika keduanya mebandingkan pikirannya, dimana yang satu belajar dari alam, dan yang satunya adalah filosofis dan pemeluk agama, ternyata keduanya memiliki simpulan yang sama. Kesimpulan Dari beberapa pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa: 1. Ibnu Thufail Merupakan salah seorang filosof muslim yang memiliki corak pemikiran yang berbeda yang tidak dimiliki oleh filosof sebelumnya.

Hal ini dapat dilihat dari corak filsafatnya, terutama dalam membuktikan eksistensi tuhan 2.

HIGHLAND VELVET JUDE DEVERAUX PDF

Ibn Tufail

Kehidupan Pribadi Sumber: The Telegraph Sebelum membahas lebih jauh tentang karya-karya Ibnu Rusyd, ada baiknya kita bahas latar belakang keluarga dan pendidikannya terlebih dahulu dalam biografi ini. Dengan demikian, Anda akan mengerti bagaimana ia bisa menjadi sosok cendekiawan muslim. Ia lahir di Kordoba yang saat itu merupakan wilayah Kerajaan Murabithun, pada tahun Masehi atau Hijriyah. Ia berasal dari keluarga terpandang yang banyak berjasa dalam bidang agama dan hukum. Kakeknya yang bernama Muhammad ibn Ahmad ibn Ahmad ibn Rusyd, pernah menjabat sebagai hakim kepala qadhi al qudhat di Kordoba.

GDOWSKI PLUCISKI ZADANIA Z RACHUNKU WEKTOROWEGO PDF

IBNU THUFAIL DAN PEMIKIRANNYA

Latar Belakang Pemikiran seseorang tidak akan lepas dari pengaruh zaman dan tempat dimana orang itu berada. Pengaruh zaman dan tempat itu akan memberikan ciri khas atau corak dari pemikiran itu sendiri. Demikian pula dalam sejarah filsafat. Meskipun pada dasarnya sumber filsafat adalah satu yaitu rasio, namun, tidak pelak pemikiran filosofis dari para filosof memiliki ciri dan karakter yang berbeda. Dapat kita lihat bahwa telah terjadi perbedaan yang cukup signifikan antara pemikiran Al Ghazali dengan Ibnu Rusyd. Makalah ini secara spesifik ingin mengetahui ciri atau corak pemikiran salah satu filosof muslim yang terkenal dengan roman filosofisnya: Hayy ibn Yaqzhan. Penulis berharap, adanya makalah yang singkat ini dapat memberikan pengetahuan dan pencerahan bagi kita semua.

EIM HABANIM SEMEICHAH PDF

Ibnu Thufail

Sehingga mempunyai kemampuan untuk memahami ajaran-ajaran islam komprehensif dan filosofis dan pada gilirannya trampil untuk menyampaikan kepada masyarakat secara lugas dan rasional sesuai dengana ilmu pengetahuan. Salah satunya adalah ibn Thufail yang juga merupakan filosof yang pemikiranya di kenal oleh berbagai kalangan. Keadaan inilah yang juga menjadi dasar apasaja pemikiran yang di bawah Ibn Tufail. Rumusan Masalah 2. Apa Filsafat Ibn Thufail pada filsafat Epistimologinya? Apa Konsep Ibn Tufail pada filsafat jiwanya?

Related Articles