KIDUNG RANGGALAWE PDF

Dia merasa dirinya atau Lembu Sora lebih pantas. Inilah yang mengawali rentetan pemberontakan di awal berdirinya negara Wilwatikta. Sebelumnya, Wijaya membagikan jabatan tinggi kepada rekan-rekan seperjuangan yang setia mendampinginya dalam pelarian dari tentara Jayakatwang. Sebagian nama pengikut Kertarajasa itu dijumpai dalam beberapa prasasti. Prasasti Kudadu M menyebut Wiraraja sebagai mantri mahawiradikara. Sedangkan Kidung Ranggalawe menyebut Ranggalawe sebagai amanca nagara di Tuban dan adipati di Datara.

Author:Nikokora Yosar
Country:Romania
Language:English (Spanish)
Genre:Technology
Published (Last):3 July 2009
Pages:293
PDF File Size:11.70 Mb
ePub File Size:20.49 Mb
ISBN:519-7-45470-410-3
Downloads:72459
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mejar



Ia sendiri bertempat tinggal di Tanjung, yang terletak di Pulau Madura sebelah barat. Pada tahun Ranggalawe dikirim ayahnya untuk membantu Raden Wijaya membuka Hutan Tarik di sebelah barat Tarik, Sidoarjo sekarang menjadi sebuah desa pemukiman bernama Majapahit. Penyerangan terhadap ibu kota Kediri oleh gabungan pasukan Majapahit dan Mongol terjadi pada tahun Ranggalawe berada dalam pasukan yang menggempur benteng timur kota Kadiri.

Menurut Kidung Ranggalawe, atas jasa-jasanya dalam perjuangan Ranggalawe diangkat sebagai bupati Tuban yang merupakan pelabuhan utama Jawa Timur saat itu.

Prasasti Kudadu tahun yang memuat daftar nama para pejabat Majapahit pada awal berdirinya, ternyata tidak mencantumkan nama Ranggalawe. Yang ada ialah nama Arya Adikara dan Arya Wiraraja. Namun prasasti Kudadu menyebut dengan jelas bahwa keduanya adalah nama dua orang tokoh yang berbeda. Dalam tradisi Jawa ada istilah nunggak semi, yaitu nama ayah kemudian dipakai anak.

Jadi, nama Arya Adikara yang merupakan nama lain Arya Wiraraja, kemudian dipakai sebagai nama gelar Ranggalawe ketika dirinya diangkat sebagai pejabat Majapahit. Dalam prasasti Kudadu, ayah dan anak tersebut sama-sama menjabat sebagai pasangguhan, yang keduanya masing-masing bergelar Rakryan Mantri Arya Wiraraja Makapramuka dan Rakryan Mantri Dwipantara Arya Adikara.

Tahun pemberontakan[ sunting sunting sumber ] Pararaton menyebut pemberontakan Ranggalawe terjadi pada tahun , tetapi dikisahkan sesudah kematian Raden Wijaya. Menurut naskah ini, pemberontakan tersebut bersamaan dengan Jayanagara naik takhta. Menurut Nagarakretagama , Raden Wijaya meninggal dunia dan digantikan kedudukannya oleh Jayanagara terjadi pada tahun Seolah-olah pengarang Pararaton melakukan kesalahan dalam penyebutan angka tahun.

Namun Nagarakretagama juga mengisahkan bahwa pada tahun Jayanagara diangkat sebagai yuwaraja atau "raja muda" di istana Daha. Selain itu Kidung Panji Wijayakrama dan Kidung Ranggalawe dengan jelas menceritakan bahwa pemberontakan Ranggalawe terjadi pada masa pemerintahan Raden Wijaya, bukan Jayanagara.

Fakta lain menunjukkan, nama Arya Wiraraja dan Arya Adikara sama-sama terdapat dalam prasasti Kudadu tahun , tetapi kemudian keduanya sama-sama tidak terdapat lagi dalam prasasti Sukamreta tahun Ini pertanda bahwa Arya Adikara alias Ranggalawe kemungkinan besar memang meninggal pada tahun , sedangkan Arya Wiraraja diduga mengundurkan diri dari pemerintahan setelah kematian anaknya itu. Jadi, kematian Ranggalawe terjadi pada tahun bertepatan dengan pengangkatan Jayanagara putra Raden Wijaya sebagai raja muda.

Dalam hal ini pengarang Pararaton tidak melakukan kesalahan dalam menyebut tahun, hanya saja salah menempatkan pembahasan peristiwa tersebut. Sementara itu Nagarakretagama yang dalam banyak hal memiliki data lebih akurat dibanding Pararaton sama sekali tidak membahas pemberontakan Ranggalawe.

Hal ini dapat dimaklumi karena naskah ini merupakan sastra pujian sehingga penulisnya, yaitu Mpu Prapanca merasa tidak perlu menceritakan pemberontakan seorang pahlawan yang dianggapnya sebagai aib. Jalannya pertempuran[ sunting sunting sumber ] Pararaton mengisahkan Ranggalawe memberontak terhadap Kerajaan Majapahit karena dihasut seorang pejabat licik bernama Mahapati. Pemberontakan tersebut dipicu oleh ketidakpuasan Ranggalawe atas pengangkatan Nambi sebagai rakryan patih.

Menurut Ranggalawe, jabatan patih sebaiknya diserahkan kepada Lembu Sora yang dinilainya jauh lebih berjasa dalam perjuangan daripada Nambi. Ranggalawe yang bersifat pemberani dan emosional suatu hari menghadap Raden Wijaya di ibu kota dan langsung menuntut agar kedudukan Nambi digantikan Sora. Namun Sora sama sekali tidak menyetujui hal itu dan tetap mendukung Nambi sebagai patih.

Karena tuntutannya tidak dihiraukan, Ranggalawe membuat kekacauan di halaman istana. Sora keluar menasihati Ranggalawe, yang merupakan keponakannya sendiri, untuk meminta maaf kepada raja. Namun Ranggalawe memilih pulang ke Tuban. Mahapati yang licik ganti menghasut Nambi dengan melaporkan bahwa Ranggalawe sedang menyusun pemberontakan di Tuban.

Mendengar datangnya serangan, Ranggalawe segera menyiapkan pasukannya. Ia menghadang pasukan Majapahit di dekat Sungai Tambak Beras. Perang pun terjadi di sana. Ranggalawe bertanding melawan Kebo Anabrang di dalam sungai. Kebo Anabrang yang pandai berenang akhirnya berhasil membunuh Ranggalawe secara kejam. Melihat keponakannya disiksa sampai mati, Lembu Sora merasa tidak tahan. Ia pun membunuh Kebo Anabrang dari belakang. Pembunuhan terhadap rekan inilah yang kelak menjadi penyebab kematian Sora pada tahun Silsilah Ranggalawe[ sunting sunting sumber ] Kidung Ranggalawe dan Kidung Panji Wijayakrama menyebut Ranggalawe memiliki dua orang istri bernama Martaraga dan Tirtawati.

Mertuanya adalah gurunya sendiri, bernama Ki Ajar Pelandongan. Dari Martaraga lahir seorang putra bernama Kuda Anjampiani. Kedua naskah di atas menyebut ayah Ranggalawe adalah Arya Wiraraja. Sementara itu, Pararaton menyebut Arya Wiraraja adalah ayah Nambi. Kidung Harsawijaya juga menyebutkan kalau putra Wiraraja yang dikirim untuk membantu pembukaan Hutan Tarik adalah Nambi, sedangkan Ranggalawe adalah perwira Kerajaan Singhasari yang kemudian menjadi patih pertama Majapahit.

Uraian Kidung Harsawijaya terbukti salah karena berdasarkan prasasti Sukamreta tahun diketahui nama patih pertama Majapahit adalah Nambi, bukan Ranggalawe. Nama ayah Nambi menurut Kidung Sorandaka adalah Pranaraja. Sejarawan Dr. Brandes menganggap Pranaraja dan Wiraraja adalah orang yang sama. Namun, menurut Slamet Muljana keduanya sama-sama disebut dalam prasasti Kudadu sebagai dua orang tokoh yang berbeda.

Hal ini ditandai dengan kemunculan nama Arya Wiraraja dan Arya Adikara dalam prasasti Kudadu, dan keduanya sama-sama menghilang dalam prasasti Sukamreta sebagaimana disinggung sebelumnya. Versi dongeng[ sunting sunting sumber ] Nama besar Ranggalawe rupanya melekat dalam ingatan masyarakat Jawa.

Penulis Serat Damarwulan atau Serat Kanda, mengenal adanya nama Ranggalawe namun tidak mengetahui dengan pasti bagaimana kisah hidupnya. Maka, ia pun menempatkan tokoh Ranggalawe hidup sezaman dengan Damarwulan dan Menak Jingga.

Damarwulan sendiri merupakan tokoh fiksi, karena kisahnya tidak sesuai dengan bukti-bukti sejarah, serta tidak memiliki prasasti pendukung. Dalam versi dongeng ini, Ranggalawe dikisahkan sebagai adipati Tuban yang juga merangkap sebagai panglima angkatan perang Majapahit pada masa pemerintahan Ratu Kencanawungu. Ketika Majapahit diserang oleh Menak Jinggo adipati Blambangan , Ranggalawe ditugasi untuk menghadangnya.

Dalam perang tersebut, Menak Jingga tidak mampu membunuh Ranggalawe karena selalu terlindung oleh payung pusakanya. Maka, Menak Jingga pun terlebih dulu membunuh abdi pemegang payung Ranggalawe yang bernama Wongsopati. Baru kemudian, Ranggalawe dapat ditewaskan oleh Menak Jingga. Tokoh Ranggalawe dalam kisah ini memiliki dua orang putra, bernama Siralawe dan Buntarlawe, yang masing-masing kemudian menjadi bupati di Tuban dan Bojonegoro.

BF981 PDF

Ranggalawe Melawan Majapahit

It said that Ranggalawe name was given by Raden Wijaya, Lawe is a synonym of wenang means yarn or power. But the grand vizier Gajah Mada disapproved. The summary is divided in different cantos. Berghas found several versions of Kidung Kidkng. Kidung Sunda They told them to surrender and to submit as vassals. Kudadu Inscription from year listed Majapahit officials meritorious in the beginning ranygalawe Majapahit, but Ranggalawe was not mentioned there. Meanwhile, the research of kidung literature is needed in the forming of cultural history.

EMP501 FORM PDF

KIDUNG RANGGALAWE PDF

Dugal His men agreed to follow and to defend their king. But before the Sundanese royal family entered their vessel, they saw a bad omen. Angrily the Sundanese refused and a war was inevitable. After that a ceremony in remembrance of the deaths was performed.

CS9224 INFORMATION SECURITY LECTURE NOTES PDF

Ranggalawe

Grolabar Ranggalawe prepared 27 horses ranggalaws Sumbawa for Raden Wijaya and his men ride to fight against Jayakatwangking of Kediri. It is rather different from other works in the same genre. The last two researchers more focused their research on the aspects of philology, especially with text editing and translation criticism apparatus. The social dimension refers to human life in the real world or profane Sakala. Pararaton mentions that Ranggalawe rebellion was inbut it was told after the death of Raden Wijaya. According to this text, the rebellion was at the same ranggxlawe when Jayanegara became king.

Related Articles