KULTUR JARINGAN KRISAN PDF

Planlet yang dipelihara dalam keadaan steril dalam lingkungan suhu dan kelembaban optimal, sangat rentan terhadap lingkungan luar lapang. Mengingat sifat-sifat tersebut, sebelum ditanam di lapang, planlet memerlukan aklimatisasi. Aklimatisasi dapat dilakukan di rumah kaca atau pesemaian, baik di rumah kaca atau pesemaian. Dalam aklimatisasi, lingkungan tumbuh terutama kelembaban berangsur-angsur disesuaikan dengan kondisi lapang.

Author:Virn Docage
Country:Paraguay
Language:English (Spanish)
Genre:Finance
Published (Last):28 September 2017
Pages:153
PDF File Size:12.58 Mb
ePub File Size:19.29 Mb
ISBN:537-4-69294-175-6
Downloads:51220
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Zumi



Kelas : Dycotledonae biji berkeping dua Ordo : Asteralaes kompositae Genus : Chrysanthemum Spesies : Chrysanthemum morifolium Ramat, dan lain lain Krisan merupakan tanaman bunga hias berupa perdu dengan sebutan lain Seruni atau Bunga emas Golden Flower berasal dari dataran Cina. Krisan kuning berasal dari dataran Cina, dikenal dengan Chrysanthenum indicm kuning , C. Morifolium ungu dan pink dan C. Daisy bulat, ponpon. Di Jepang abad ke-4 mulai membudidayakan krisan, dan tahun bunga krisan djadikan sebagai simbol kekaisaran Jepang dengan sebutan Queen of The East.

Tanaman krisan dari Cina dan Jepang menyebar ke kawasan Eropa dan Perancis tahun Tahun Mr. Colvil dari Chelsa mengembangkan 8 varietas krisan di Inggris. Jenis atau varietas krisan modern diduga mulai ditemukan pada abad ke Krisan masuk ke Indonesia pada tahun Sejak tahun , krisan dikembangkan secara komersial.

Warna-warni krisan yang elok memang cocok untuk hiasan berbagai acara. Hantoko September 11 menyebutkan, kota-kota besar di Jatim yang tergolong tinggi daya serapnya adalah Surabaya dan Malang. Permintaan bunga krisan mencapai puncak bertepatan dengan berlangsungnya pesta perkawinan, yang biasanya banyak dilakukan di bulan Besar dalam kalender Jawa. Selain itu, krisan juga kerap dibutuhkan untuk acara-acara lain, meski diakui volumenya tidak cukup besar, seperti hiasan untuk ruang seminar, peluncuran produk, pembukaan gedung maupun lainnya.

Apalagi, sejauh pengamatan Handoko, kesukaan orang terhadap bunga plastik mulai bergeser, dan lebih memilih bunga segar. Biasanya, krisan dijual dalam kemasan yang dibungkus kertas putih. Setiap bungkus berisi 10 tangkai. Harga itu untuk krisan sprai. Sementara krisan standart, harganya selisih antara Rp Rp lebih mahal dari krisan sprai karena, menurut Hantoko, bunganya lebih besar. Selain itu permintaan tanaman terbesar adalah Bali yang mampu memesan tanaman krisan per harinya mencapai lebih per tangkai.

Harga jual bunga krisan cukup stabil, yaitu Rp 1. Sementara krisan standart, harganya selisih antara Rp Rp lebih mahal dari krisan sprai karena lebih besar. Jenis dan varietas tanaman krisan di Indonesia umumnya hibrida berasal dari Belanda, Amerika Serikat dan Jepang. Krisan yang ditanam di Indonesia terdiri atas: 1. Krisan lokal krisan kuno Berasal dari luar negri, tetapi telah lama dan beradaptasi di Indoenesia maka dianggap sebagai krisan lokal.

Ciri-cirinya antara lain sifat hidup di hari netral dan siklus hidup antara bulan dalam satu kali penanaman. Contoh C. Maximum berbunga kuning banyak ditanam di Lembang dan berbunga putih di Cipanas Cianjur. Krisan introduksi krisan modern atau krisan hibrida Hidupnya berhari pendek dan bersifat sebagai tanaman annual.

Contoh krisan ini adalah C. Dark Flamingo, C. Krisan introduksi berbunga besar banyak ditanam sebagai bunga pot, terdapat 12 varitas krisan pot di Indonesia, yang terbanyak ditanam adalah varietas Delano ungu , Rage merah dan Time kuning.

Sedangkan bunga potong ditandai dengan sosok bunga berukuran pendek sampai tinggi, mempunyai tangkai bunga panjang, ukuran bervariasi kecil, menengah dan besar , umumnya ditanam di lapangan dan hasilnya dapat digunakan sebagai bunga potong. Permintaan pasar yang tinggi tersebut menjadikan tanaman krisan mempunyai prospek yang cerah untuk dikembangkan baik pada saat ini maupun yang akan datang Balai Penelitian Tanaman Hias Menurut Rukmana dan Mulyana , usaha produksi krisan di Indonesia dihadapkan pada beberapa kendala, antara lain ketergantungan pada bibit dari luar negeri seperti Belanda, Jerman, Amerika Serikat, dan Jepang yang harganya mahal.

Kondisi tersebut menyebabkan harga jual bibit tinggi dan menurunkan keuntungan petani atau pengusaha tanaman krisan. Masalah lain adalah degenerasi bibit, yaitu penurunan mutu benih sejalan dengan bertambahnya umur tanaman induk, dan rendahnya mutu bibit yang dihasilkan.

Hal ini dikarenakan tanaman krisan diperbanyak dengan stek pucuk maupun anakan. Untuk menghindari atau mengurangi degenerasi benih, produsen dituntut agar memperbarui tanaman induk secara periodik bila gejala degenerasi mulai tampak. Oleh karena itu, pengembangan varietas yang telah dihasilkan oleh pemulia tanaman dan penerapan teknik perbanyakan yang tepat diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut.

Kultur jaringan merupakan salah satu solusi yang dapat memecahkan masalah degenerasi bibit krisan Rukmana dan Mulyana Kultur jaringan bila diartikan ke dalam bahasa Jerman disebut Gewebe kultur atau tissue culture Inggris atau weefsel kweek atau weefsel cultuur Belanda. Kultur jaringan atau budidaya in vitro adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti protoplasma, sel, jaringan atau organ yang serba steril, ditumbuhkan pada media buatan yang steril, dalam botol kultur yang steril dan dalam kondisi yang aseptik, sehingga bagian-bagian tersebut dapat memperbayak diri dan beregenerasi menjadi tanaman yang lengkap.

Dasar teori yang digunakan adalah teori totipotensi yang ditulis oleh Schleiden dan Schwann Suryowinoto, yang menyatakan bahwa teori totipotensi adalah bagian tanaman yang hidup mempunyai totipotensi, kalau dibudidayakan di dalam media yang sesuai, akan dapat tumbuh dan berkembang menjadi tanaman yang sempurna, artinya dapat bereproduksi, berkembang biak secara normal melalui biji atau spora. Teknik kultur jaringan menuntut syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi dalam pelaksanaannya.

Syarat pokok pelaksanaan kultur jaringan adalah laboratorium dengan segala fasilitasnya. Laboratorium harus menyediakan alat-alat kerja, sarana pendukung terciptanya kondisi aseptik terkendali dan fasilitas dasar seperti, air listrik dan bahar bakar.

Pelaksanaan kultur jaringan memerlukan juga perangkat lunak yang memenuhi syarat. Dalam melakukan pelaksanaan kultur jaringan, pelaksana harus mempunyai latar belakang ilmu-ilmu dasar tertentu yaitu botani, fisiologi tumbuhan ZPT, kimia dan fisika yang memadai. Pelaksana akan berkecimpung dalam pekerjaan yang berhubungan erat dengan ilmu-ilmu dasar tersebut.

Pelaksana akan banyak berhubungan dengan berbagai macam bahan kimia, proses fisiologi tanaman biokimia dan fisika dan berbagai macam pekerjaan analitik. Kadang-kadang latar belakang pengetahuan tentang mikrobiologi, sitologi dan histologi. Pelaksana juga dituntut dalam hal ketrampilan kerja, ketekunan dan kesabaran yang tinggi serta harus bekerja intensif.

Dengan adanya kultur jaringan diharapkan agar degenerasi bibit dapat di tekan sekecil mungkin sehingga dapat menghasilkan bibit-bibit yang berkualitas serta bebas virus. Selain itu dengan kultur jaringan pemulian tanaman ini bisa lebih maju dan dengan kultur jaringan perkembangan khususnya dunia pertanian bisa lebih berkembang.

Dilaksankan pada tanggal 15 Sepetember s. Pelaksanaan PKL dilakukan 5 hari seminggu dengan waktu mulai Metode 1. Orientasi Dalam pelaksanaan kegitan PKL selalu di beripengarahan setiap akan melaksanaakan PKL namun hal pertamakali yaitu mendiskusikan apa yang akan dikerjakan di ruangan pembimbing.

Hal ini bertujuan untuk menegetau rencana awal yang akan dikerjaan oleh mahasiswa. Sub bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian, keuangan, perlengkapan, surat-menyurat dan kearsipan, serta rumah tangga. Observasi Lokasi BPTP berada di daerah dataran tinggi dengan kondisi lingkungan dan klimat yang cocok untuk pembibitan dan budidaya krisan. Pada umumnya para petani krisan melakukan perbanyakan tanaman secara konpensional sehingga kualitas bunga menurun, sedangkan permintaan pasar relative tinggi.

BPTP sebagai balai pengkajian teknologi pertanian mengadakan perbanyakan tanaman krisan secara kultur jaringan untuk memenuhi kebutuhan bibit krisan para petani di Jawa Timur, agar kualitas dan kuantitas bunga krisan sesuai dengan permintaan pasar. Adaptasi Adaptasi pada lingkungan BPTP dilakukan secara bertahap dari mulai adaptasi dengan lingkungan kerja sampai adaptasi dengan lingkungan masyarakat sekitar BPTP, selanjutnya adaptasi dengan kegiatan kerja yang dilakukan dari kebiasaan kegiatan praktikum yang dilakukan di lingkungan kampus mengarah ke lingkungan kerja nyata di lapangan.

Hal ini merupakan tahap pembelajaran awal bagi mahasiswa untuk memupuk tanggung jawab dan disiplin kerja. Motivasi dan bimbingan dari pembimbing merupakan salah satu factor pendukung kegiatan adaptasi ini.

Pelaksanaan Dalam pelaksanaan PKL banyak sekali kegiatan yang telah dilakukan oleh mahasiswa. Pada mulanya mahasiswa berdiskusi tentang apa yang harus dikerjakan dan apa pekerjaannya. Setelah itu prkenalan peralatan yang berada di laboratorium dan ruang yang ada di laboratorium. Dilanjutkan membantu tugas mahasiswa dari universitas lain. Setelah itu mahasiswa diberi tugas ke luar selama 3 hari yaitu untuk menegenal proses aklimatisasi dan penerapan hasil kultur jaringan ke agroindustri pembibitan di petani.

Mahasiswa agar mengikuti semua cara kerja dan jadwal kerja yang telah ditentukan. Perubahan ini membawa konsekuensi terhadap penyempurnaan tugas dan fungsi Balai secara keseluruhan, sedang kronologi sejarah nama instansi sehingga menjadi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur. Visi : BPTP Jawa Timur sebagai lembaga penghasil dan penyedia hasil teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi untuk menunjang pengembang pertanian berwawasan agribisnis. Misi : a. Menghasilkan teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi yang sesuai dengan ketersediaan sumberdaya.

Menyediakan, mendiseminasikan, dan mepromosikan teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi untuk meingkatatkan produktivitas dan daya saing hasil pertanian yang berwawasan lingkungan dan agribisnis. Meningkatakan pendapatan keluarga tani dan kesempatan kerja yang produktif yang berkeadilan.

Menjalin kemitraan dengan stakeholders mitta kerja untuk memberdayakan petani dalam mengelola usaha taninya e. Menumbuhkan peran kelembagaan untuk memantapkan ketahanan pangan. Memberikan masukan untuk penyusunan kebijakanpembangunan pertanian daerah. Tabel 1.

LYNN FLEWELLING LUCK IN THE SHADOWS PDF

AKLIMATISASI PADA TANAMAN KULTUR JARINGAN

Kelas : Dycotledonae biji berkeping dua Ordo : Asteralaes kompositae Genus : Chrysanthemum Spesies : Chrysanthemum morifolium Ramat, dan lain lain Krisan merupakan tanaman bunga hias berupa perdu dengan sebutan lain Seruni atau Bunga emas Golden Flower berasal dari dataran Cina. Krisan kuning berasal dari dataran Cina, dikenal dengan Chrysanthenum indicm kuning , C. Morifolium ungu dan pink dan C. Daisy bulat, ponpon. Di Jepang abad ke-4 mulai membudidayakan krisan, dan tahun bunga krisan djadikan sebagai simbol kekaisaran Jepang dengan sebutan Queen of The East.

ERWIN ROHDE PSIQUE PDF

Tanaman tersebut harus jelas jenis, spesies, dan varietasnya serta harus sehat dan bebas dari hama dan penyakit. Tanaman indukan sumber eksplan tersebut harus dikondisikan dan dipersiapkan secara khusus di rumah kaca atau greenhouse agar eksplan yang akan dikulturkan sehat dan dapat tumbuh baik serta bebas dari sumber kontaminan pada waktu dikulturkan secara in-vitro. Lingkungan tanaman induk yang lebih higienis dan bersih dapat meningkatkan kualitas eksplan. Pemeliharaan rutin yang harus dilakukan meliputi: pemangkasan, pemupukan, dan penyemprotan dengan pestisida fungisida, bakterisida, dan insektisida , sehingga tunas baru yang tumbuh menjadi lebih sehat dan dan bersih dari kontaminan. Selain itu pengubahan status fisiologi tanaman induk sumber eksplan kadang-kadang perlu dilakukan seperti memanipulasi parameter cahaya, suhu, dan zat pengatur tumbuh. Manipulasi tersebut bisa dilakukan dengan mengondisikan tanaman induk dengan fotoperiodisitas dan temperatur tertentu untuk mengatasi dormansi serta penambahan ZPT seperti sitokinin untuk merangsang tumbuhnya mata tunas baru dan untuk meningkatkan reaktivitas eksplan pada tahap inisiasi kultur Yusnita,

LAS CARTAS DE SCREWTAPE PDF

Krisan yang ditanam di Indonesia terdiri atas: a. Krisan lokal krisan kuno. Ciri-cirinya antara lain sifat hidup di hari netral dan siklus hidup antara bulan dalam satu kali penanaman. Contoh C. Krisan introduksi krisan modern atau krisan hibrida Hidupnya berhari pendek dan bersifat sebagai tanaman annual. Contoh krisan ini adalah C.

Related Articles