BULAI JAGUNG PDF

Penyakit ini menjadi momok menakutkan di kalangan petani jagung, karena dampaknya yang mengharuskan petani untuk membongkar tanaman jagungnya sebelum dapat panen. Kebanyakan dari petani hanya sekadar tahu bahwa penyakit ini begitu berbahaya namun tak banyak yang tahu hakikat serta cara pengendaliannya. Jadi, bagaimanakah sebenarnya penyakit bulai ini? Penyakit bulai merupakan penyakit utama pada tanaman jagung yang disebabkan oleh jamur Peronosclerospora Maydis. Perkembangan penyakit ini dimulai dengan infeksi konidia spora jamur yang jatuh di permukaan daun jagung.

Author:Vizilkree Vorg
Country:Greece
Language:English (Spanish)
Genre:Music
Published (Last):27 February 2013
Pages:113
PDF File Size:19.5 Mb
ePub File Size:16.17 Mb
ISBN:984-5-89635-712-4
Downloads:32843
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Zulurg



Permintaan pasar dalam negeri dan peluang ekspor komoditas jagung cenderung meningkat dari tahun ke tahun, baik untuk memenuhi kebutuhan pangan maupun non pangan.

Usaha jagung secara intensif berpola agribisnis dapat memacu peningkatan produksi dan produktvitas jagung nasional, perluasan lapangan kerja dan kesempatan berusaha, pengurangan impor, perbaikan gizi masyarakat serta peningkatan pendapatan petani. Disamping itu jagung dapat dirancang sebagai komoditas ekspor ke pasar internasional sebagai sumber devisa negara.

Namun demikian, bukan berarti potensi tersebut dapat diraih dengan mudah tanpa halangan. Banyak kendala yang cukup menghambatnya sehingga justru kegagalan yang didapatkan. Salah satunya yaitu adanya serangan hama maupun penyakit dalam proses onfarm-nya. Berbicara mengenai penyakit tanaman jagung, tahun-tahun ini telah mem-booming satu penyakit tanaman jagung yang tidak hanya menyerang kancah regional atau nasional saja, tetapi juga sudah memasuki kancah internasional karena sudah ada banyak negara berbasis pertanian di belahan dunia yang telah mendapat ancaman serta dampak negatifnya.

Hal tersebut yang menyebabkan perkembangan maupun pertumbuhan tanaman jagung sangat terganggu sehingga berdampak pada penurunan produksi dan produktivitas jagung nasional. Tentunya menghambat pula pada target pemerintah untuk mencapai swasembada pangan, khususnya swasembada jagung. Sampai detik ini pula para peneliti baik peneliti dari akademisi maupun praktisi dan peneliti dari pihak pemerintah maupun swasta, belum juga dapat menemukan cara ampuh mengatasi penyakit tersebut secara pasti.

Namun ada beberapa perlakuan yang perlu diketahui bersama untuk meminimalisir serangan penyakit bulai baik secara preventif maupun kuratif, yang akan dibahas pada bab II materi ini, dengan harapan tidak terkena serangan penyakit bulai, atau meskipun terserang serangannya masih dapat terkendali. Philippine downy mildew terbatas terdapat di Asia. Penyakit ini telah dikenal di Indonesia terutama di Jawa sejak tahun Semangoen, Penyakit bulai adalah gejala dari serangan Oomycetes dari suku Peronosporaceae downy mildew , khususnya marga Peronosclerospora, yang ditemukan pada berbagai anggota rumput-rumputan Poaceae.

Jagung, sorgum, tebu, padi, dan gandum semua mengalami serangan dari kelompok ini. Warna putih seperti tepung pada permukaan bawah maupun atas bagian daun yang berwarna khlorotik, tampak dengan jelas pada pagi hari. Daun yang khlorotik sistemik menjadi sempit dan kaku. Pada serangan yang berat, seluruh tubuh tanaman berwarna kuning pucat dan kemudian mati. Gejala lainnya adalah terbentuk anakan yang berlebihan dan daun-daun menggulung dan terpuntir, bunga jantan berubah menjadi massa daun yang berlebihan dan daun sobek-sobek.

Ekologi Penyakit Bulai Perkembangan penyakit bulai dipengaruhi oleh kelembaban dan suhu udara. Infeksi ini dilakukan oleh konidia melalui stomata. Konidia yang disebarkan oleh angin, apabila jatuh pada permukaan daun yang berembun, akan segera berkecambah.

Penyebab Penyakit Bulai Beberapa penyebab mewabahnya penyakit bulai, antara lain adalah sebagai berikut : 1. Penanaman varietas jagung rentan bulai 2. Penanaman jagung berkesinambungan 3. Efektivitas fungisida rendah akibat dosis dikurangi atau dipalsukan 4.

Tidak adanya tindakan eradikasi 5. Adanya resistensi bulai terhadap fungisida metalaksil 6. Peningkatan virulensi bulai terhadap tanaman inang jagung Pengendalian Penyakit Bulai Dalam hal ini terdapat dua macam pengendalian yaitu pengendalian secara preventif pencegahan maupun pengendalian secara kuratif penindak lanjutan. Oleh karenanya sangat tepat bila sebelum melaksanakan hal itu perlu dimusyawarahkan dengan petani jagung agar terjadi kesepakatan bersama baru kemudian monitoring perlu dilakukan sebelum penanaman serempak.

Dengan menerapkan metode yang dimaksud setidaknya mampu meminimalisir serangan penyakit bulai pada tanaman jagung. Terpadu di sini terkait erat dengan istilah manajemen. Penerapannya sebaiknya pada kelompok tani sehamparan dalam satu jaringan irigasi, yang mana untuk keberhasilannya diperlukan penguatan kelembagaan kelompok tani.

Dengan adanya suatu kelompok maka segala sesuatu bisa dimusyawarahkan bersama dengan mencapai kata mufakat. Manajemen yang sarat dengan peraturan-peraturan sangat tepat diterapkan dalam kelompok tani. Di samping mampu meningkatkan sumberdaya manusia juga sebagai alat untuk menanggulangi segala permasalahan yang muncul supaya mampu ditarik solusi bersama yang membawa manfaat Penyakit bulai pada tanaman jagung merupakan masalah klasik yang seakan tidak pernah ada solusinya.

Terdapat beberapa solusi, namun perlu pemahaman yang baik dalam menanggulanginya karena adanya pengaruh yang kuat dari aspek social ekonomi masyarakat tani. Tindakan preventif maupun kuratif adalah salah satu solusi dalam menanggulangi penyakit bulai pada tanaman jagung, yang termasuk dalam wadah praktis manajemen pertanian dalam organisasi kelompok tani.

Manakala hal tersebut dicanangkan secara kompak dan sungguh-sungguh maka diharapkan produksi maupun produktivitas tanaman jagung bisa dicapai dengan baik. Demuk Kec. Pucanglaban menyimak penjelasan dari PPL Ds. Pucanglaban PPL Ds. Diposting oleh.

LES VACANCES COMTESSE DE SEGUR PDF

bulai jagung

Plant and Soil The results showed that five genotypes had moderately high yield: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bahan kimia sebagai bahan penginduksi dengan mengamati respons ROS dan lignifikasi miselium. Combining ability for yield and its components in yellow maize Zea mays L. Plant Physiology and Biochemistry Email the author Login required. Combining ability and heterotic effect in some characteristics of second crop maize. Lignifikasi miselium terjadi pada perlakuan aspirin pada pengamatan 6 jam setelah inokulasi dan perlakuan sakarin pada pengamatan 12 jam setelah inokulasi.

ARTHAMULLA HINDU MATHAM BOOK PDF

Penyakit bulai

Tetapi, hasil penggolongan terhadap jamur yang dilakukan seorang ahli mungkin berbeda dengan yang dilakukan oleh ahli lainnya, demikian pula dalam pemberian nama penggolongan jamur. Penggolongan jamur didasarkan pada perbedaan struktur dalam dan alat perkembangbiakannya. Dengan demikian, penggolongan jamur dapat dibedakan menjadi Oomycotina, Zygomycotina, Ascomycotina, Basidiomycotina, dan Deutromycotina. Oomycotina Hifa pada jamur ini bersifat senositik, yaitu tidak bersekat-sekat sehingga inti sel banyak tersebar di dalam protoplasma. Dinding selnya tersusun atas selulosa, hal inilah yang membedakan dengan golongan jamur lainnya. Pertumbuhan hifa jamur terjadi pada bagian ujungnya yang menghasilkan beberapa percabangan.

Related Articles